Friday, October 27, 2017

Beginilah Wajah Timnas Indonesia Bila Bermodalkan 15 Pemain Naturalisasi


Sejak era kepemimpinan Nurdin Halid pada 2010, PSSI doyan menaturalisasi pemain asing. Tujuan awalnya, kehadiran mereka diharapkan mendongkrak prestasi Timnas Indonesia . Namun, pada faktanya hanya sedikit di antara mereka yang kontinu membela Tim Merah-Putih.

Tercatat sudah 15 pemain asing asal Eropa, Afrika, serta Amerika Latin, telah resmi jadi WNI. Mereka, yakni Cristian Gonzales (Uruguay), Greg Nwokolo (Nigeria), Raphael Maitimo (Belanda), Diego Michiels (Belanda), Victor Igbonefo (Nigeria), Sergio van Dijk (Belanda), Bio Paulin (Kamerun), Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman), Stefano Lilipaly (Belanda), Tonnie Cussel Lilipaly (Belanda), Ruben Wuarbanaran (Belanda) dan Jhonny van Beukering (Belanda), Ezra Walian (Belanda), Guy Junior (Kamerun), serta Illija Spasojevic (Montenegro). Nama terakhir diketahui jadi WNI pada Rabu (25/10/2017) malam.Faktor utama yang mendorong Spaso berganti paspor karena istrinya merupakan wanita asal Indonesia.

Striker berusia 30 tahun ini memulai petualangannya di Indonesia bersama klub Liga Primer Indonesia, Bali Devata pada 2011. Spasojevic yang sempat membela klub Malaysia, Melaka United, kini memperkuat klub papan atas Liga 1 2017, Bhayangkara FC.

Menurut Gabriel Budi, agen Spaso, pemain binaannya memenuhi persyaratan untuk bisa mengajukan sebagai warga negara Indonesia. Bomber kelahiran 11 September 1987 itu telah tinggal selama lima tahun berturut-turut di Indonesia dan fasih berbahasa Indonesia. Dalam proses menjadi WNI, pemain yang sempat membela Persib Bandung tersebut tidak dibantu PSSI.

Program naturalisasi terakhir yang ditangani PSSI adalah Ezra Walian. Striker didikan Akademi Ajax Amsterdam itu, mengantongi paspor Garuda jelang SEA Games 2017. Sang pemain didatangkan untuk mengatasi keterbatasan stok penyerang tengah di Timnas Indonesia U-22 besutan Luis Milla. Di SEA Games 2017 ia bermain bergantian dengan striker lokal asal Persipura Jayapura, Marinus Wanewar.

Mengandalkan 15 pesepak bola naturalisasi, pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, bisa membentuk satu kesebelasan sendiri. Jika mau, pelatih asal Spanyol tersebut bisa langsung memainkan mereka dalam laga uji coba internasional lanjutan melawan Guyana pada 25 November 2017 karena mayoritas dari pemain-pemain tersebut masih aktif bermain, baik di liga lokal atau luar negeri.



Tanpa Kiper

Praktis hanya di posisi kiper saja, tak ada pemain asing yang dinaturalisasi. Hal ini wajar saja terjadi, karena rata-rata klub di Indonesia jarang mengontrak penjaga gawang asing. Persipura Jayapura jadi satu-satunya klub Liga 1 yang punya kiper asing, yakni Yoo Jae-hoon. Kiper tersebut sudah bermain di Tim Mutiara Hitam sejak musim 2010-2011.

Yoo Jae-hoon, sempat menguntarakan keinginannya berganti paspor dari Korea Selatan menjadi Indonesia. Namun, hingga saat ini proses pengurusan naturalisasinya mengambang.

Sejatinya ada kiper berdarah Indonesia yang berkiprah di kompetisi Eropa, Emil Audero Mulyadi. Penjaga gawang didikan Akademi Juventus tersebut memiliki darah Indonesia dari Bapaknya, Edy Mulyadi. Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 18 Januari 1997, Emil sempat masuk skuat inti Juventus di era Antonio Conte. Ia jadi kiper ketiga Juventus pelapis Guanligi Buffon dan Neto. Sayang, secara tegas Emil menolak kemungkinan untuk berpindah kewarganegaraan.

"Benar saya lahir di Indonesia, tetapi saya tidak memiliki paspor Indonesia. Saya hanya akan membela Timnas Italia," tutur Emil.

Interval tahun 2012-2017 Emil jadi pelanggan skuat Timnas Italia Junior, mulai dari level U-15 hingga U-21. Gagal bersaing menembus skuat inti Juventus, ia kini dipinjamkan ke klub Venezia. Bisa dibayangkan jika Emil mau membela Tim Merah-Putih, komposisi starting eleven jadi lengkap di semua posisi.


Banjir Striker

Dari 15 pemain yang ada mayoritas pemain asing yang direkrut jadi WNI berposisi sebagai penyerang. Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Sergio van Dijk, Jhonny van Beukering, Ezra Walian (Belanda), Guy Junior, dan Ilija Spasojevic, nama-nama bomber impor yang memegang paspor berlambang Garuda.

Banjir striker asing yang dinaturalisasi bisa dipahami. Beberapa tahun belakangan Timnas Indonesia kering melahirkan penyerang haus gol. Setelah era Bambang Pamungkas, praktis hanya Boaz Solossa, seorang striker lokal yang bisa unjuk konsistensi menjebol gawang lawan saat membela Tim Garuda. Selebihnya, tak ada predator-predator lokal yang bisa awet tajam di Timnas Indonesia.

Patrich Wanggai, Titus Bonai, Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry adalah barisan bomber elite Tanah Air yang kerap jadi andalan timnas periode 2010-2017. Namun, jumlah gol yang mereka cetak tak ada yang benar-benar wah. Akhirnya striker-striker naturalisasi jadi alternatif pilihan. Ironisnya, hanya sedikit juga di antara mereka yang bisa unjuk kegarangan.

Striker berdarah Uruguay, Cristian Gonzales, jadi pemain naturalisasi yang tokcer. Memulai debut di Piala AFF 2010, El Loco tercatat mengoleksi 11 gol dari 25 pertandingan yang ia lakoni bersama Timnas Indonesia. Gonzales yang kini berusia 41 tahun sejatinya belum pernah mengumumkan pensiun dari timnas. Namun, sejak terakhir kali di panggil di ajang Piala AFF 2014, ia belum lagi dapat kesempatan membela Indonesia.

Bagaimana dengan striker lainnya?

Minimnya jam terbang bermain di Timnas Indonesia membuat mereka tak punya banyak kesempatan mencatatkan namanya di papan skor laga resmi internasional. Sergio van Dijk, striker yang matang pengalaman di Liga Australia, baru menyumbang sebiji gol saja. Ia hanya enam kali dapat kesempatan enam kali turun berperang bareng Timnas Indonesia pada interval 2013-2014.

Demikian pula dengan Greg Nwokolo, yang saat ini mentereng bersama Madura United. Striker berdarah Nigeria itu juga baru enam kali mengantongi caps bersama timnas, dengan torehan satu gol. Semenjak bersiteru dengan Alfred Riedl di Piala AFF 2014, Greg tak pernah lagi dipanggil ke Tim Merah-Putih. Padahal di level usia 31 tahun, tenaga Greg yang berposisi sebagai penyerang sayap, masih bisa diberdayakan.

Striker asal Kamerun, Guy Junior, yang resmi jadi WNI pada 2016 belum pernah dapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Demikian pula dengan Jhonny van Beukering yang hanya sempat mencicipi Tim Garuda di Piala AFF 2012 sebagai cadangan. Punya masalah dengan berat badan dan perilaku indisipliner, pemain keturunan Belanda itu kini sudah pensiun dari lapangan hijau.

Terkini Ilija Spasojevic yang tengah naik daun bersama Bhayangkara FC, digadang-gadang jadi Cristian Gonzales versi baru di Timnas Indonesia. Di usia 30 tahun, pemain kelahiran 11 September 1987 itu, dinilai banyak pengamat tenaganya amat dibutuhkan untuk mengatasi paceklik pemain depan berkualitas di skuat Timnas Indonesia. Bisakah sang pemain menjawab tantangan tersebut?


sumber: bola.com
              web.facebook.com/indoliga1

No comments:

Post a Comment